Oleh: Chandra Magga
Pemimpin Redaksi Banten Pos
MESKI tak terasa, perjalanan 12 tahun menjadi sebuah media massa yang memberi warna dalam perjalanan Provinsi Banten, tidaklah ringan. Ada aneka kegembiraan dan ragam kesulitan yang kami hadapi bersama.
Mei 2011, BANTEN POS dilahirkan dari sebuah kegelisahan tentang arus informasi yang berseliweran di Provinsi Banten. Bertekad menjadi pembaharu, kami pun mengusung tagline Inspirasi dan Semangat Baru Banten.
Tagline itu tentu menjadi sebuah visi yang sampai saat ini terus kami gaungkan. Menjadi media yang memberi inspirasi kepada para stakeholder dan masyarakat. Sekaligus membakar semangat mereka agar bisa menjadi unsur perbaikan dalam perjalanan wilayah yang 23 tahun lalu masih menjadi bagian dari Jawa Barat ini.
Dalam rangka memenuhi tujuan menginspirasi sekaligus menyemangati masyarakat Banten, selama 12 tahun perjalanannya BANTEN POS terus berinovasi dan bertransformasi. Landasannya adalah evaluasi diri yang kami gelar secara berkala.
Ya, hasil evaluasi memang melahirkan format BANTEN POS terbaru. Tak terlalu mengindahkan basa-basi. Lugas, langsung ke permasalahan. Kerap membuat stakeholder panas. Terutama ‘judul merah’ yang kerap menghiasi headline halaman 1 setiap harinya.
Terlepas dari pro dan kontra, format yang kami kembangkan saat ini tetap berpegang tegus kepada Undang-undang 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Dua aturan itu menjadi pegangan dan rambu-rambu bagi kami dalam menjalani kerja-kerja jurnalistik.
Meski kadang terasa kontroversial bagi sebagian pihak, format yang kami usung ini justru mendapat sambutan hangat dari pembaca. Dukungan dan kepercayaan dari pembaca lah yang membuat informasi terus mengalir ke dalam ruang redaksi BANTEN POS.
Format itu lahir dari kesimpulan yang kami petik secara teliti. Budaya literasi yang cenderung berubah, selera pasar yang makin sulit diterka, kondisi Banten yang makin dinamis, dan sumber daya yang dimiliki menjadi ruh dari inovasi dan gaya penyajian berita BANTEN POS hari ini.
Budaya literasi terkini memang dipengaruhi kemajuan teknologi yang membuat selera pasar bergeser ke informasi digital. Tetapi, sampai hari ini kami masih meyakini bisa menjadi media massa yang informasinya ditunggu-tunggu dan mendorong lahirnya perubahan.
Kondisi informasi di Provinsi Banten yang makin dinamis dengan beragam persoalannya juga menjadi tantangan kian kompleks. Persoalan birokrasi yang masih terus dikeluhkan, perilaku koruptif seperti tak mungkin dientaskan, budaya apatis tak bisa disalahkan, menjadi cermin betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi.
Namun, BANTEN POS punya individu-individu yang selalu ingin menjadi bagian dari perubahan. Jajaran manajemen hingga redaksi berusaha keras membangun jati diri sebagai jurnalis yang mampu memberi sumbangsih bagi perubahan di Provinsi Banten.
Dengan sumber daya yang ada itu, sampai saat ini BANTEN POS merasa yakin bahwa media massa bukan sekedar bisnis informasi semata. Ada nilai-nilai yang harus diperjuangkan agar informasi yang ‘dibisniskan’ tetap memberi manfaat, minimal kepada pembacanya. Syukur-syukur bisa menjadi manfaat bagi masyarakat Banten secara keseluruhan.
Nilai-nilai yang diperjuangkan itulah yang membuat kami berani menjadi besar dan bersaing dengan media lain dalam menyajikan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Tak peduli seberapa kencang angin yang menerpa kebesaran kami, kami akan terus melahirkan karya-karya jurnalistik dengan gaya kami. Karena Kami Yakin benar.(***)
Tinggalkan Balasan