Tag: karir

  • Perluas Jangkauan, PT. VENTENY Fortuna International Tbk Dirikan Anak Perusahaan di Jepang

    Perluas Jangkauan, PT. VENTENY Fortuna International Tbk Dirikan Anak Perusahaan di Jepang

    JAKARTA, BANPOS – Dalam rangka merealisasikan komitmen manajemen untuk memperluas jangkauan pasar, PT. VENTENY Fortuna International Tbk (VENTENY) meresmikan pembukaan anak perusahaan dengan nama VENTENY G.K. di Tokyo, Jepang bulan Februari 2023. Dengan demikian, saat ini VENTENY sudah memiliki eksistensi di empat negara, yaitu Singapura, Filipina, Indonesia dan Jepang.

    VENTENY G.K. adalah realisasi komitmen manajemen VENTENY dalam rangka memperluas jangkauan pasar seperti yang disampaikan pada saat IPO. Seperti yang diketahui, PT. VENTENY Fortuna International Tbk sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham VTNY tepatnya tanggal 15 Desember 2022.

    VENTENY telah mencapai pertumbuhan yang pesat dan memimpin dalam memberikan solusi-solusi inovatif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan terkini dari Bank Pembangunan Asia (ADB),[1] memperkuat dinamika UMKM dengan inovasi dan internasionalisasi adalah kunci untuk merevitalisasi ekonomi Asia Tenggara setelah pandemi.

    Oleh karena itu, VENTENY dengan layanan keuangan B2B-nya mengatasi langsung tantangan-tantangan yang dihadapi oleh UMKM dalam hal akses terhadap modal, yang tidak bisa dilayani sepenuhnya oleh layanan keuangan tradisional, sehingga mereka dapat terus menjalankan usahanya dan bahkan berkembang lebih besar. Selain itu, VENTENY melalui solusi digital layanan karyawan juga memahami pentingnya memberdayakan karyawan untuk tercapainya peningkatan produktivitas dan kesuksesan perusahaan dalam jangka waktu lama.

    Penelitian-penelitian juga menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki motivasi tinggi sangat diperlukan untuk mewujudkan keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis. VENTENY dengan solusi digital layanan karyawannya menyediakan cara yang efektif dan efisien bagi perusahaan dalam mengelola program Employee Benefit tanpa harus khawatir mengenai kekurangan dana atau harus melakukan investasi untuk membangun aplikasi sendiri.

    Dibukanya VENTENY G.K. di Jepang ini juga merupakan langkah strategis perusahaan dalam rangka mengamankan sumber pendanaan dengan biaya yang lebih rendah, karena Jepang saat ini merupakan salah satu negara di dunia dengan suku bunga pinjaman yang paling rendah. Diharapkan ke depannya VENTENY akan dapat lebih mengoptimalkan jaringan yang sudah dimiliki saat ini, serta memperluas kemitraan dengan sejumlah institusi keuangan asal Jepang.

    Founder & Group CEO VENTENY, Jun Waide, menjelaskan bahwa lower cost of fund ini akan memungkinkan VENTENY mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan serta memperluas jangkauan wilayah layanannya secara agresif ke lebih banyak negara lainnya di Asia Tenggara, sehingga nantinya akan memberikan dampak positif yang lebih luas lagi bagi perkembangan UMKM. Melalui para mitra pembiayaan di Indonesia, VENTENY dapat menyalurkan pendanaan kepada UMKM dengan bunga yang kompetitif, didukung dengan proses penilaian kredit terpadu untuk meminimalisir resiko kredit macet.

    “Sejalan dengan visi VENTENY yaitu untuk menciptakan online platform yang menyediakan berbagai layanan untuk mengakomodasi kebutuhan perusahaan sekaligus memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat dunia,” ujarnya.

    Ia mengaku akan terus berinovasi dan bergerak cepat untuk menyediakan solusi keuangan dan pengelolaan Employee Benefits untuk UMKM. Sehingga pihaknya dapat membantu mereka mengakselerasi bisnis dan meningkatkan kualitas hidup karyawan.

    “Dengan mendukung pertumbuhan UMKM, kami juga telah berkontribusi terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara,” tandas Jun Waide. (MUF)

  • Perempuan Berkarier melalui Belajar IT, Bagaimana Bisa? Ada yang Terinspirasi dari Drakor Juga Lho

    Perempuan Berkarier melalui Belajar IT, Bagaimana Bisa? Ada yang Terinspirasi dari Drakor Juga Lho

    SERANG, BANPOS – Saat ini, banyak perempuan di dunia menunjukkan performa terdepan mereka untuk berkarier di industri teknologi. Hal ini menjadi inspirasi bagi perempuan lulusan program Bangkit, seperti Qassandra Chaidir (Qassie) dan Dzakiyyah Rosyadi (Kia).

    Diketahui, Qassie sudah memiliki cita-cita untuk kelak dapat bekerja di startup unicorn. Oleh karenanya, lulusan Universitas Trilogi, Jakarta ini sudah gigih untuk mendalami ilmu sistem informasi dan menjelajahi dunia IT dengan bergabung ke program Google Developer Student Clubs (DSC) pada 2019-2020.

    Melalui Google DSC, ketertarikan Qassie untuk mempertajam keahliannya dalam Cloud Computing dan System Engineering semakin besar. Qassie menyadari agar berhasil direkrut oleh startup unicorn, fresh graduate harus memiliki persiapan yang matang untuk melewati proses rekrutmen yang ketat.

    Contohnya seperti memiliki prestasi baik ketika di perguruan tinggi, pengalaman berorganisasi, dan keterampilan yang diperoleh dari program kesiapan karier. Oleh karenanya, Qassie pun akhirnya tertarik untuk juga melanjutkan sertifikasi dengan mengikuti program Bangkit di tahun 2021.

    “Sertifikasi yang saya kejar bukan untuk mendapatkan pengakuan, namun lebih sebagai proses belajar sebelum menghadapi tantangan yang sebenarnya. Tidak hanya itu, pertemuan dengan berbagai talenta kompetitif dari seluruh Indonesia ketika mengikuti program juga mendorong saya untuk terus belajar dan bertumbuh,” ungkapnya.

    Setelah mengikuti beberapa pelatihan, akhirnya Qassie memberanikan diri untuk mengikuti perekrutan yang dilakukan Tokopedia. Qassie tidak pernah menyangka bahwa dia, sebagai lulusan baru, diterima dan kini bekerja sebagai System Engineer di Tokopedia.

    Berbeda dengan Qassie, mengambil program studi manajemen di Universitas Brawijaya, Jawa Timur, siapa sangka Kia menemukan inspirasi bahwa belajar IT bisa membuka karier cemerlang bagi dirinya setelah menonton serial drama Korea berjudul ‘Start-Up’. Baginya, ilmu Machine Learning memiliki potensi yang luar biasa dalam pengembangan sebuah bisnis berbasis teknologi, hal inilah yang menjadi alasan Kia antusias mengikuti program Bangkit.

    “Sebagai mahasiswa manajemen, saya melihat prospek yang bagus tentang teknologi Machine Learning jika digabungkan ke dalam aspek bisnis. Program Bangkit telah mendorong keberanian saya untuk menemukan kesempatan yang tak terduga, juga menemukan potensi diri yang bisa dihargai dan ditunjukkan kepada dunia,” jelasnya.

    Setelah lulus dari Bangkit, Kia sempat menjadi intern di berbagai perusahaan ternama seperti Zenius, Danone, dan Unilever. Saat ini, Kia pun sedang membangun kariernya di PwC Indonesia.

    Para peserta Bangkit juga bisa mendapatkan eksposur yang tinggi untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan saat mengikuti Bangkit Career Fair. Batch kedua program Bangkit 2023 akan mulai di bulan Juli 2023 dan membuka kesempatan untuk 4.000 peserta yang bisa mendaftar di sini. (MUF)